Workshop Air Bersih dan Lingkungan Sehat Hadirkan Tiga Komunitas

0

PEKANBARU, BULETINAKTUAL.COM– Workshop yang ditaja Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Riau yang bertepatan dengan Peringatan Hari Air Sedunia, kamis (22/03/2018), menghadirkan pembicara dari 3 komunitas lingkungan. Diantaranya, Lindungi Hutan Riau, Lintara Jaya Riau, dan Youth For Climate Change (YFCC) Riau. Workshop ini dilaksanakan di mushola Al-Mursalin, Kelurahan Bencah Lesung, setelah selesai kegiatan penanaman pohon.

Dalam workshop ini, dibahas 3 materi, yaitu penanaman dan cara merawat tanaman, Ecobrick (solusi pemanfaatan sampah), dan pemanfaatan sampah menjadi barang siap pakai. Adapun pembicara pada workshop ini ialah Yayat Setiawan (Komunitas Lindungi Hutan Riau), Hakiki (Komunitas Lintara Jaya Riau), dan Ade Surya Dwi Putra (Komunitas YFCC Riau).

Ketua Komunitas Lindungi Hutan Riau, Yayat Setiawan menyampaikan bahwa perlu adanya penghijauan dan penanaman ialah untuk menghindarkan kita dari banjir dan bencana alam lainnya. “Minimal satu tanaman di rumah kita. Apakah itu tanaman buah-buahan maupun sayur-sayuran”. Ujarnya Yayat.

“Waktu yang tepat untuk menyiram tanaman ialah pagi dan sore hari. Disini juga bisa ditanam tanaman hidroponik. Tanaman hidroponik ini bisa digunakan untuk memanfaatkan atau menghemat lahan yang ada. Lalu bagaimana penanaman dan perawatan tanaman bisa berkelanjutan, yaitu kita perlu menumbuhkan kesadaran”. tambahnya.

Dalam workshop ini, juga disampaikan bagaimana kita harus pandai memilih dan memilah sampah. Karena selain ada sampah organik dan anorganik, ada juga sampah yang berbahaya. Sampah yang berbahaya itu, seperti sulfican, baterai dan kaca. Berdasarkan penelitian, saat ini Negara Indonesia menempati posisi dua sebagai penghasil sampah terbesar di dunia.

“Kita harus pandai memilih dan memilah sampah. Jangan biasakan membakar sampah plastik, karena itu akan menimbulkan racun. Silahkan, jika sampah mau didaur ulang. Yang terpenting kita dapat memanfaatkan sampah dengan baik dan mengurangi bahaya sampah bagi kehidupan kita”. Kata pembicara dari Komunitas Lintara Jaya Riau, Hakiki.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat dengan bahaya sampah jika tidak bisa dikelola dengan baik.

“Jangan malu menggunakan tas hasil karya kita sendiri, tapi malulah  jika kita menjadi penyumbang sampah terbesar di lingkungan kita”. Kata pembaca acara mengakhiri workshop kali ini. (zhr)

 

Share.

About Author

Leave A Reply